Zane Dangor: Waktu yang Tepat Bagi Palestina untuk Meraih Kemerdekaan

by -11 Views
ads

Zane Dangor: Waktu yang Tepat Bagi Palestina untuk Meraih Kemerdekaan

MediaRakyat.online, – Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan (Afsel) Zane Dangor menyampaikan bahwa berbagai strategi, termasuk jalur hukum, lobi, dan mobilisasi massa, perlu disatukan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

ads

Dangor mengaitkan perjuangan Palestina dengan pengalaman Afsel dalam melawan apartheid pada tahun 1980-an, di mana pada saat itu, Afsel merasa bahwa perubahan adalah hal yang diperlukan. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi Palestina untuk meraih kemerdekaannya.

“Saat ini, Palestina menghadapi momen yang serupa dengan yang dialami oleh Afrika Selatan. Mari kita ambil kesempatan ini untuk memobilisasi semua alat yang kami miliki,” katanya seperti yang dilansir oleh Aljazirah pada Sabtu (11/5/2024).

Pada Jumat sebelumnya, Afsel telah meminta Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memerintahkan Israel untuk menarik pasukannya dari Rafah, sebuah kota di ujung selatan Jalur Gaza yang menjadi tempat tinggal bagi lebih dari satu juta pengungsi.

Langkah ini merupakan upaya terbaru Afsel dalam mendukung Palestina dalam konflik dengan Israel.

Sementara itu, Sami al-Arian, Direktur Pusat Kajian Islam dan Hubungan Internasional di Universitas Zami Istanbul, menyatakan bahwa cara dunia internasional menangani Afsel dapat menjadi contoh bagi negara-negara anggota PBB di masa depan.

“PBB dan banyak negara di dunia memberlakukan sanksi dan hukuman ekonomi terhadap Afrika Selatan, bahkan hingga mengusirnya dari Majelis Umum,” katanya.

Al-Arian juga mengkritik bahwa meskipun PBB telah mengeluarkan banyak resolusi terkait Israel, tidak ada yang diimplementasikan secara efektif. Ia juga menegaskan bahwa AS telah melindungi Israel dari sanksi internasional.

Terkait sikap negara Arab, Al-Arian menyebutnya “cukup memalukan,” karena beberapa negara Arab terlibat secara tidak langsung dalam konflik tersebut. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa negara-negara Arab memiliki banyak kartu yang bisa dimainkan, termasuk pengaruh ekonomi dan politik yang signifikan. *

Editor: Mas Bons

ads