Berikut Tujuh Fakta Menarik Tentang Gunung Paling Terkenal di Indonesia dan Dunia

by -31 Views
ads

Berikut Tujuh Fakta Menarik Tentang Gunung Paling Terkenal di Indonesia dan Dunia

MediaRakyat.online, – Gunung Semeru, juga dikenal sebagai Mahameru, adalah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini sering meletus, dan pada Kamis malam lalu, erupsi Semeru menyebabkan banjir lahar dingin yang merendam permukiman di sekitar DAS Regoyo sekitar pukul 19.30 WIB.

ads

Abdul Muhari, Kepala Pusat Informasi BNPB, menyatakan bahwa sejumlah warga Kabupaten Lumajang melakukan evakuasi sendiri ke tempat yang lebih aman sebagai akibat dari peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Lumajang pada pukul 22.50 WIB, sebanyak 32 Kepala Keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Akibat terjangan lahar dingin ini, tiga jembatan rusak, termasuk yang menghubungkan Desa Gondoruso dan Desa Bades di Kecamatan Pasirian, jembatan di Dusun Sumberbulus Desa Oro-oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan jembatan Jurangmangu di Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko. Jalan Nasional Candipuro juga tergenang oleh lahar dingin.

Meskipun memiliki aktivitas vulkanik yang signifikan, Gunung Semeru tetap menjadi salah satu gunung berapi paling populer di Indonesia dan dunia. Selain menjadi tujuan pendakian favorit, keindahannya juga menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang Gunung Semeru, salah satu gunung paling terkenal di Indonesia dan dunia.

  1. Puncak tertinggi di Pulau Jawa

Puncak Mahameru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Gunung ini terbentuk karena proses subduksi Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia.

Selain itu, Gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Provinsi Jambi dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB).

  1. Keramahan Suku Tengger

Desa Ranu Pani berfungsi sebagai titik awal pendakian ke Gunung Semeru. Desa ini terletak pada ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan desa terakhir sebelum mencapai puncak Semeru.

Daya tarik desa ini bagi para pendaki tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena ramahnya masyarakat Suku Tengger yang tinggal di sana. Suku Tengger adalah keturunan asli masyarakat Jawa yang telah hidup sejak masa Kerajaan Majapahit.

Setiap tahun, masyarakat Suku Tengger mengadakan kegiatan bersih desa dan ritual unan-unan yang dipimpin oleh dukun adat, menambah daya tarik dan keunikan budaya desa ini.

  1. Punya danau cantik bernama Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah danau yang sangat terkenal di Gunung Semeru, dikenal karena kecantikannya yang memukau dan mampu membuat pengunjung terkagum-kagum.

Danau yang indah ini terletak di ketinggian 2.389 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi ikon Gunung Semeru. Luasnya mencapai 15 hektar. Para pendaki sering singgah dan bermalam di danau yang mempesona ini sebelum melanjutkan pendakian, karena dari sini mereka dapat menyaksikan matahari terbit yang menakjubkan dari balik bukit.

  1. Ranu Regulo

Setelah menghabiskan malam di Ranu Pani dan melanjutkan perjalanan menuju Gunung Semeru, Anda akan menemukan Ranu Regulo. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Ranu Pani, dan keindahan alamnya juga sama memukau.

Luas danau ini hampir sama dengan Ranu Pani, yakni sekitar 0,75 hektar. Ranu Regulo dikelilingi oleh pepohonan tinggi yang menjadi sentinels alami, menjaga kesunyian dan ketenangan di sekitar danau. Di tepi danau, Anda juga dapat menemukan banyak anggrek hijau, menambah pesona alam yang ada.

  1. Air Terjun Tumpak Sewu

Air terjun Tumpak Sewu terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Keistimewaannya terletak pada tingginya, mencapai sekitar 120 meter, dan memiliki seribu sumber air, yang dalam bahasa Jawa disebut ‘Sewu’. Oleh karena itu, dinamakan Tumpak Sewu atau Coban Sewu.

Air terjun ini dianggap sebagai salah satu air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia secara keseluruhan. Terlihat seolah bertumpuk-tumpuk satu sama lain, sementara sumber airnya berasal dari berbagai arah di sepanjang tebing.

Kecantikannya yang eksotis, ditambah dengan semilir angin dan cipratan air yang menyegarkan, akan membuat Anda betah berlama-lama di sekitar air terjun ini.

  1. Tanjakan Cinta yang ikonik

Tanjakan Cinta telah menjadi ikon di kawasan Mahameru, dengan mitos unik yang melekat padanya, terutama berkaitan dengan nasib asmara seseorang.

Dikatakan bahwa siapa pun yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa memandang ke belakang, akan mengalami akhir cinta yang bahagia. Namun, jika di tengah jalan mereka menoleh ke belakang, konon hubungan mereka akan berakhir. Tanjakan ini memiliki kemiringan hampir 45 derajat dan jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai hati.

  1. Banyak spot instagramable

Di berbagai bagian, mulai dari lereng hingga puncak Mahameru, hampir semua sudut gunung ini memiliki daya tarik visual yang menarik untuk diabadikan dalam foto. Keindahannya sangat cocok bagi para pecinta fotografi yang ingin melengkapi koleksi potret kecantikan alam Nusantara.

Banyak pendaki yang tidak melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen saat mereka mendaki Gunung Semeru ini. Keindahan alam Mahameru sendiri sudah begitu memukau secara alami sehingga seringkali tidak memerlukan editan atau penambahan filter tambahan. *

Editor: Mas Bons

ads