Peringati Hari Hipertensi Sedunia tahun 2023

by -39 Views
ads

Peringati Hari Hipertensi Sedunia tahun 2023

MEDIARAKYAT.online, – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa kasus hipertensi di Indonesia sangat mengkhawatirkan dan bahkan disebut sebagai Silent Killer. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa tekanan darah mereka.

ads

“Dalam satu dari tiga orang di Indonesia menderita hipertensi, dan angka ini terus meningkat setiap tahun. Hipertensi sering disebut sebagai Silent Killer karena orang dengan tekanan darah tinggi seringkali tidak memiliki keluhan,” ujar Menkes Budi dalam sebuah webinar Hari Hipertensi Sedunia pada Selasa (6/6/2023).

Menurut Menkes Budi, hipertensi meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yang dapat berujung pada kematian dan biaya perawatan kesehatan yang besar.

“Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia tahun 2023, saya mengajak kita semua untuk secara rutin mengukur tekanan darah, baik secara mandiri maupun di fasilitas kesehatan,” tambah Menkes Budi.

Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini hipertensi dalam mencegah risiko penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Deteksi dini hipertensi harus menjadi perhatian baik oleh pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai sektor.

Menkes Budi juga memberikan pesan kepada masyarakat yang sudah mengidap hipertensi agar tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, mengatasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, menjaga pola makan sehat dan gizi seimbang, serta melakukan aktivitas fisik dan menghindari merokok.

Ketua Tim Kerja Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Fatcha Nuraliyah, MKM, menjelaskan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen berdasarkan survei nasional pada tahun 2018.

“Jadi jika dihitung, perkiraan jumlah orang yang menderita hipertensi mencapai lebih dari 70 juta penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Sebelum seseorang mengalami hipertensi, terdapat faktor risiko yang dapat menyebabkannya, seperti pola makan yang tidak sehat, yang seringkali mengandung gula, garam, dan lemak melebihi batas normal setiap harinya.

Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi salah satu faktor risiko, sehingga disarankan untuk melakukan aktivitas fisik selama 15-20 menit setiap hari guna mencegah penyakit tidak menular.

Dr. Erwinanto dari Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia mengatakan klasifikasi hipertensi di Indonesia mengacu pada klasifikasi Eropa, yakni hipertensi dibagi menjadi sejumlah derajat yaitu :

1. Optimal dengan tekanan darah >120/<80>

2. Normal dengan tekanan darah 120-129/80-84,

3. High Normal dengan tekanan darah 130-139/85-89,

4. Grade 1 Hypertension dengan tekanan darah 140-159 /90-99,

5. Grade 2 Hypertension dengan tekanan darah 160-179/100-109,

6. Grade 3 Hypertension dengan tekanan darah >180/ >110,(*)

ads